2 Ways How to Sharpen The Knive


2 Ways to Sharpen The Knive

 

Banyak orang yang telah melakukan kegiatan menajamkan pisau termasuk kita sendiri di rumah, entah itu benar atau tidak, setelah ditajamkan pisau segera tumpul lagi atau bahkan saking niatnya menajamkan pisau hingga melukai tangan kita sendiri. Sering juga kita lihat di sekitar kita, setelah ditajamkan, pisau tidak menjadi tajam tapi malah berubah menjadi tumpul. Sering juga kita amati, batu asahan yang habis dibagian tengahnya atau batu asahan yang malah diberi minyak dan alhasil menjadi licin dan tidak bisa digunakan untuk menajamkan pisau lagi.

Diindustri pengolahan makanan, pisau merupakan utensil penting dan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan bahan makanan sebelum diolah menjadi makanan matang. Selain itu pisau juga sangat dibutuhkan saat makanan yang diolah telah matang untuk dibagi2 menjadi portion. Selain itu diindustri pengolahan makanan, pisau yang digunakan relative mahal untuk orang awam tapi dilihat dari segi kegunaannya bagi orang yang berkecimpung di dunia industri pengolahan makanan, itu sangat penting dan harus memilikinya.

Ada 2 utensil yang digunakan untuk menjamkan pisau, yaitu:

  1. Sharpener Stone.
  2. Sharpener Steel.
1

Gambar 1: Sebelah kiri sharpener stones dan Sharpener steel

 

A. Menajamkan Pisau Menggunakan Sharpener Stone

1. Basahi sharpening stone dengan cara merendamnya di air lebih kurang 5 menit.

2

Gambar 2: Rendam Sharpener Stone di Dalam Air.

2. Selagi sharpening stone direndam di dalam air, siapkan towel yang telah dibasahi air lalu diperas. Setelah itu dilipat dan letakkan diatas working table.

3

Gambar 3: Towel yang Telah Dibasahi Dengan Air

3. Ambil sharpening stone yang telah di rendam lebih kurang  5 menit dan letakkan sharpening stone diatas towel basah tersebut. Fungsinya meletakkan sharpening stones diatas towel basah adalah menghindari terjadinya kecelakaan kerja yang disebabkan karena melesetnya sharpening stones saat kita menajamkan pisau.

4

Gambar 4: Letakkan Sharpening Stone di Atas Towel

4. Pegang erat pisau seperti terlihat di gambar atas dengan tangan kanan, pegang ujung pisau dengan tangan kiri dengan sedikit agak ditekan. Bentuk sudut 45° antara sharpening stones dengan batang pisau dan sudut 20° antara permukaan pisau yang menghadap sharpening stone dengan sharpening stone.  Perlahan-lahan gerakkan pisau maju mundur dari ujung bawah hingga ujung atas sharpening stone.

5

Gambar 5: Pegang Pisau dengan Erat dan Bentuk Sudut 45°

5.Setelah beberapa kali bagian ujung ditajamkan dengan sharpening stone dengan cara beberapa kali digosokkan ke sharpening stone. Geser ke bagian tengah pisau masih membentuk sudut yang sama. Gosokkan beberapa kali ke permukaan sharpening stone, seperti gambar dibawah.

6

Gambar 6: Bentuk Sudut 20° dan Gosokkan Maju dan Mundur

6. Setelah bagian tengah digosokkan ke atas permukaan dan dirasa sudah cukup tajam, geser ke bagian yang mendekati handle pisau, masih dengan sudut yang sama dan cara yang sama seperti diatas. Seperti yang terlihat digambar dibawah.

7

Gambar 7: Menajamkan Bagian Tengah Pisau

7. Setelah dirasa cukup tajam, sekarang sisi baliknya, seperti ditunjukkan ada gambar dibawah. Dimulai dari ujung yang dekat dengan handle dan masih membentuk sudut-sudut yang sama.

8

Gambar 8: Menajamkan Sisi Baliknya (sisi tajam menghadap sisi luar)

8.Setelah digerakkan naik turun beberapa kali naik turun dan dirasa cukup tajam, geser pisau ke bagian tengah, seperti yang ditunjukkan gambar dibawah ini.

9

Gambar 9: Sisi Tajam Menghadap Keluar

9. Gosokkan beberapa kali dari ujung atas ke ujung bawah, hingga pisau dirasa cukup tajam. Lalu geser ke bagian ujung runcing dari pisau, seperti ditunjukkan gambar dibawah.

10

Gambar 10: Menajamkan

10. Gosokkan naik turun beberapa kali hingga pisau benar-benar tajam.

11

Gambar 11: Menajamkan Bagian Ujung

 

Bila sharpening stones kering, basahi permukaan sharpening stone. Bila menggunakan sharpening stones yang terdiri dari 2 warna (biasanya merah dan abu-abu), tajamkan pisau menggunakan sharpening stone yang berwarna abu-abu terlebih dahulu lalu gunakan sharpening stone yang berwarna merah sebagai finishing-nya.

Menajamkan pisau menggunakan sharpening stone sebaiknya seminggu 2 kali saja, karena kalau terlalu sering akan memakan permukaan pisau. Gunakan sharpener steel untuk mempertajam pisau sehari, seperti yang akan saya share di bawah ini.

B. Menajamkan Pisau Menggunakan Sharpener Steel

1. Cara memegang sharpening steel. Ibu jari berada di bagian penahan sharpening steel, selain sebagai penahan juga sebagai penahan andai pisau yang akan kita tajamkan meleset akan tertahan oleh penahan tersebut.

 

 

12

Gambar 12: Letakkan Ibu Jari di Penahan di Sharpening Steel

2. Bentuk sudut 45° derajat antar pisau dengan batang sharpening steel. Dimulai dengan ujung yang paling dekat dengan handle pisau. Tarik hingga ke ujung pisau.

 

13

Gambar 13: Bentuk Sudut dan Mulai dari Sisi Dekat

3. Dan beri sudut 20° antara batang pisau dengan sharpening steel.

14

Gambar 14: Bentuk Sudut dan Tarik dari Ujung Dalam Hingga Ujung Runding

4. Tarik hingga ujungnya seperti gambar dibawah.

15

Gambar 15: Tarik Hingg Ujung Runcing

5. Sekarang letakkan pisau dibawah sharpener steel seperti gambar di bawah ini. Dimulai dari ujung yang berdekatan dengan ujung handle dan tarik kebawah.

16

Gambar 16: Tarik dari Sisi Dalam Hingga Ujung Runcing

6. Tarik kebawah hingga ujung lancip pisau.

17

Gambar 17: Tarik Hingga Ujung Runcing

 

Ulangi lagi dari gambar 13 hingga gambar 17 hingga beberapa kali dan dirasa pisau cukup tajam.

Demkian saya share tentang bagaimana menajamkan pisau dan semoga bermanfaat.

Note: Semua foto dan dokumen pribadi

Share

7 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *