Fat dan Oil




Fat dan Oil

 

 

Fat dan Oil dibagi menjadi 2 bagian besar berdasarkan asalnya:

  1. Fat yang didapatkan dari hewani
  2. Vegetable Fat dan Oil

fat dan oil (1)

Labelling, The Food and Drug Administration (Badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat) meminta kepada para produsen memberikan informasi yang lebih spesifik dilabel pada botol atau kemasan mengenai Fat atau Oil. Informasi tersebut meliputi nama dari produk tersebut, ingredient dalam pembuatannya, preservative, additive, artificial flavour atau bahan pewarnanya bila menggunakan bahan pewarna dan jumlah kuantitasnya. Bila produk tersebut bahan dasarnya kombinasi dari Fat dan Oil, harus dicantumkan di labelnya.

A. Fat yang berasal dari Hewani

Lard adalah fat yang dihasilkan dari babi. Kualitas dari lard tergantung dari bagian babi sebelah mana yang untuk memproduksi lard dan bagaimana cara memprosesnya. Leaf lard adalah lard yang terbaik yang dihasilkan dari rongga perut babi. Fat yang dihasilkan dari bagian lain tubuh babi harus diberikan label “rendered pork fat”. Moisture rendering adalah proses yang terbaik dalam mengekstrak lard. Lard diperoleh dari proses yang yang dinamakan “kettle rendered” lard.

Beef Fat, Kualitas yang terbaik dari beef fat adalah yang dihasilkan dari rongga perut. Fat ini refined dan terhidroginasi (proses yang digunakan untuk menghasilkan cairan minyak adalah hidrogen ditambahkan ke karbon tak jenuh. Proses ini meningkatkan plastisitas lemak, menghilangkan bau dan rasa dari beef, meningkatkan titik leleh dan kualitas).

B. Vegetables Fat dan Oil

Hampir semua Vegetables Oil diproduksi dari seed atau biji dari vegetables atau aneka tanaman tapi ada beberapa pengecualian. Olive Oil diproduksi dari buah olive dan Palm Oil diproduksi dari buah palm. Vegetable relatif mudah dalam penanganannya karena dalam bentuk cair dan tidak membutuhkan waktu lama dalam menggunakannya (bila menggunakan fat atau oil yang terbuat dari hewani, bila tersimpan di tempat yang dingin, akan membeku dan membutuhkan waktu untuk menggunakannya, fat atau minya dari vegetables meski disimpan di tempat dingin tidak akan membeku).

Penyimpannya, fat dan oil akan menjadi berasa tengik bila dalam penyimpanan terkena sinar secara lansung, terkena kelembapan dan terpapar suhu yang tinggi. Penyimpanan yang benar adalah didalam kontainer yang tertutup rapat, hindari terkena sinar secara langsung, kering dan bersuhu dibawah 21°C.

Pembuatannya, metode dalam pembuatannya berbeda dari masing-masing bahan pembuat Oil tersebut. Setelah dicuci dan dihancurkan, Oil di ekstrak dengan metode cold press treatment atau hot press treatment tergantung dari bahan dasarnya yaitu buah atau isi yang akan digunakan membuatnya. Metode cold press treatment digunakan untuk membuat olieve oil, coconut oil dan sunflower oil. Temperatur dalam metode cold press treatment tidak melebihi dari 49°C. Di hot press treatment, sel tumbuhan dipanaskan sekitar temperatur 80°C. Oil yang diproses menggunakan cold press treatment harganya akan lebih mahal dipasaran, lebih cair dan lebih mudah untuk di ekstrak. Penyulingan adalah proses untuk menghilangkan partikel, rasa dan bau dari bahan dasar pembuat oil tersebut.



C. Produk dari Vegetable Fat dan Oil

1.Coconut Oil

Coconut oil adalah extrak dari kopra, yaitu dari buah tanaman coconut palm. Tumbuhan ini banyak ditemukan didaerah tropis dan sub-tropis, termasuk di Indonesia.

Coconut Oil Source: https://www.healthrangerstore.com

Coconut Oil
Source: https://www.healthrangerstore.com

2. Peanut Oil

Peanut oil terbuat dari tanaman kacang, yang merupakan spesies tanaman yang tumbuh dimusim tertentu. Tanaman ini banyak ditemukan didarah tropis diseluruh dunia.

Peanut Oil Source: https://www.ebay.com/itm/

Peanut Oil
Source: https://www.ebay.com/itm/

3. Rapeseed Oil

Rapeseed adalah tanaman yang mengandung minyak yang dibudidayakan di daerah eropa. Minyak yang terbuat dari tanaman tersebut digunakan untuk mengolesi bread sebelum di baking dan digunakan untuk green salad.

Rapeseed Oil Source: https://www.pinkboxboutique.co.uk/

Rapeseed Oil
Source: https://www.pinkboxboutique.co.uk/

4. Olive Oil

Olive oil didapatkan dengan cara melembutkan buah olive yang didapatkan dari tanaman olive. Tanaman ini tumbuh di daerah Mediteranian, Australia, China dan California. Mempunyai rasa yang istimewa, didapatkan dari penyulingan pertama yang dinamakan dengan virgin olive oil.

Olive Oil Source: https://www.tesco.com/

Olive Oil
Source: https://www.tesco.com/

5. Palm Oil – Palm Nut Oil

Keduanya terbuat dari buah palm. Palm oil terbuat dari bagian daging buah palm sedangkan palm nut oil terbuat dari bijinya.

Palm Oil Source: https://www.foodnavigator.com/

Palm Oil
Source: https://www.foodnavigator.com/

6. Sesame Oil

Sesame oil digunakan untuk memasak sejak ribuan tahun yang lalu. Minyak ini biasanya digunakan untuk salad oil dan dalam pembuatan margarine. Tanaman sesame bisa juga digunakan sebagai aromatic herb. Sesame oil memiliki kandungan asam lemak esensial yang tinggi.

Sesame Oil Source: http://www.publix.com/

Sesame Oil
Source: http://www.publix.com/

7. Soybean Oil

Soybean oil terbuat dari biji kacang kedelai, tanaman tersebut berasal dari China dan saat ini banyak tumbuh diberbagai negara dibelahan bumi manapun terutama di Amerika Serikat dan Brazil.

Soybean Oil Source: https://www.citymall.com.mm/

Soybean Oil
Source: https://www.citymall.com.mm/

 


8. Sunflower Oil

Sunflower oil didapatkan dari pengolahan biji bunga matahari. Sunflower berasal dari Mexico dan menyebar ke daratan Eropa, Spanyol, Perancis dan Eropa Timur. Saat ini Russia merupakan produsen terbesar dari sunflower. Didaerah Amerika Selatan, Afrika dan Eropa Tenggara jjuga dibudidayakan.

Sunflower Oil Source: https://www.walmart.com/

Sunflower Oil
Source: https://www.walmart.com/

9. Other Oil Fruit

Banyak sekali tanaman yang jika diolah bisa menghasilkan oil. Oil yang didapatkan dari mengolah buah tanaman tersebut adalah: hemp oil, poppyseed oil, corn oil, wheat oil, linseed oil dan safflower oil.

Poppyseed Oil Source: http://www.sandipointe.com

Poppyseed Oil
Source: http://www.sandipointe.com

D. Margarine

Margarine terbuat dari fat hewani yang dijinkan atau vegetable fat dan campuran bahan lainnya. Proses pembuatannya harus sesuai dan mematuhi dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Produk harus diberi label oleomargarine atau margarine. Oleo yang berarti beef fat, ada produk margarine yang terbuat khusus dari oleo. Saat ini soy oil lebih  banyak digunakan dari pada fat lainnya. Margarine juga terbuat dari coconut oil, palm nut oil, palm nut oil dan sunflower oil. Margarine sangat cocok untuk mengolesi bahan makanan yang akan dimasak menggunakan metode baking, roasting, simmering dan juga baik digunakan dalam pembuatan sauce. Margarine sangat berbeda dengan fat lainnya, perbedannya dari rasa, tekstur dan karakter fisiknya.

Margarine Source: https://www.jumia.co.ke/

Margarine
Source: https://www.jumia.co.ke/

1. Pembuatan Margarine

Margarine harus mengandung 90% fat, 17% – 18,5% pastuirisasi skim milk dan juga mengandung 1,5% hingga 3% garam, akan tetapi juga tersedia margarine yang tanpa menggunakan salt. Margarine juga dikelompokkan, pengelompokannya hampir sama denga butter. Warna margarine seharusnya berwarna kuning muda, rasa dan bau seharusnya gurih dan fresh. Margarine seharusnya disimpan di dalam chiller atau refrigerator.

Semoga Bermanfaat




Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.