Food Handling dan Preparation




Kita mempunyai 2 masalah besar yang berkaitan dengan masalah sanitasi. Pertama cross contamination yang menjadi jalan bacteria untuk menyebar dari satu makanan ke makanan lainnya atau dari equipment ke work surface. Yang kedua, adalah jika kita bekerja mengolah makanan, temperature makanan akan berada diantara 5° C – 60° C atau berada di Food Danger Zone. Sebisa mungkin jaga makanan jangan sampai berada di didalam Food Danger Zone.

  1. Dimulai dengan mencuci. Beberapa makanan berasal dari pemasok yang mempunyai reputasi baik. Jika memungkinkan belilah daging, unggas, seafood, dairy dan egg dari pemasok yang telah mendapatkan government-inspected.
  2. Jika memungkinkan, jangan menyentuh makanan langsung dengan tangan. Gunakan tongs, spatulas, utensils lainnya.
  3. Bersihkan dan sanitasi, equipment, utensils, dan working tables.
  4. Bersihkan dan sanitasi, permukaan dan equipment sehabis untuk mengolah unggas, daging, ikan, dan telur mentah sebelum untuk mengolah makanan lainnya.
  5. Langsung cuci sayuran dan buah yang mentah.
  6. Jika membawa makanan keluar dari refrigerator, jangan biarkan terlalu lama diluar sebelum langsung dimasak.
  7. Jaga selalu makanan dalam keadaan tertutup jika memungkinkan segera diolah. Atau dikonsumsi.
  8. Jangan biarkan segala perishable food terlalu lama berada di temperature danger zone hingga.
  9. Panaskan langsung sisa gravies, sauces, soups, dan vegetables sebelum di berikan kepada tamu.
  10. Jangan campurkan makanan sisa dengan makanan yang akan diolah.
  11. Dinginkan semua ingredients yang mengandung protein dan potato salad sebelum dicampurkan.
  12. Dinginkan custard, cream filling dan makanan yang mudah busuk dengan menyaringnya, menutupnya dan disimpan di dalam refrigerator. Jangan biarkan di tetap diatas pans.
  13. Masak semua produk yang dari babi dengan temperature minimal 65° C.




Share

37 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *