Review Tugas Akhir: Tinjauan Peranan Butcher Dalam Mempersiapkan Bahan Makanan Di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan




TUGAS AKHIR

Pengantar

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang disusun oleh siswa atau siswi setiap program studi berdasarkan hasil penelitian suatu masalah yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan dosen pembimbing. Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan kelulusan siswa atau siswi. Ketentuan-ketentuan mengenai tugas akhir diatur oleh masing-masing fakultas, dengan mengikuti standar universitas.

Pada kesempatan kali ini saya akan melakukan review Tugas Akhir yang dibuat oleh siswa/siswi saya sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikannya. Dalam hal ini yang akan saya akan mereview Tugas Akhir yang berhubungan dengan Food Production dan Pastry Bakery, karena bidang tersebut sesuai dengan pengalaman saya di industri dan saya sebagai pembimbing dalam penulisan Tugas Akhir.

Saya sangat berharap tulisan saya ini akan banyak membantu siswa atau siswi dimanapun mereka berada, baik itu yang akan melaksanakan On The Job Training, dalam masa On The Job Training dan setelah melaksanakan On The Job Training yang harus menulis Tugas Akhir sebagai salah satu syarat kelulusan.

Tinjauan Peranan Butcher Dalam Mempersiapkan Bahan Makanan Di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Paradigma pembangunan beberapa negara kini lebih berorientasi kepada pengembangan sektor jasa dan industri, termasuk didalamnya adalah industri pariwisata. Demikian juga halnya yang berlangsung di Indonesia, aktivitas sektor pariwisata telah didorong dan ditanggapi secara positif oleh pemerintah dengan harapan sektor pariwisata turut membantu menaikkan cadangan devisa dan secara pragmatis juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Perkembangan pariwisata yang semakin pesat menuntut sumberdaya manusia bersaing lebih ketat dan profesional. Bahkan dalam usaha jasa seperti halnya dalam dunia pariwisata dan perhotelan yang pada akhirnya segala penilaiannya langsung tergantung pada kepuasan pelanggan.

Bintan merupakan salah satu pulau dari sekitar 2420 pulau kecil Kepulauan Riau yang berpotensi di Indonesia, lokasinya yang strategis dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini. Dalam beberapa tahun ini, Bintan telah berubah menjadi tujuan utama wisatawan, sebagai pintu gerbang mimpi menjadi kenyataan.

Banyan Tree Resort and Spa Bintan merupakan salah satu hotel resortbintang lima berstandar internasional yang menjadi tujuan utama bagi wisatawan asing.Untuk memanjakan selera tamu, menu– menu yang disediakan adalah menu masakan internasional.Chef dari Banyan Tree selalu meng Update menu masakan untuk lebih meningkatkan kepuasan daripada tamu. Dengan adanya menu masakan dari souschef yang selalu berganti – ganti, banyak tamu yang memuji tentang hal itu.

Semua hal itu tidak lepas dari kerjasama staffkitchen yang selalu bekerja sesuai dengan standard dan prosedur. Dengan adanya sistem kerja yang baik,maka standar yang dibutuhkan bisa terwujud. Dengan banyaknya bagian – bagian dari kitchen, maka setiap bagian harus mempunyai standarisasi kerja dan strategi untuk mencapai hasil yang memuaskan,baik untuk bagian itu sendiri,maupun kitchen secara keseluruhan.Bagian butcher, dalam hal ini merupakan salah satu bagian penting pada suatu kitchen yang ada di hotel. Dalam distribusi, baik itu daging maupun bahan makanan yang lain.



Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik mengangkatnya menjadi sebuah topik TA yang selanjutnya akan diberi judul tersebut dan belakang tersebut maka penulis mengambil judul Tinjauan Peran Butcher Dalam Mempersiapkan Bahan Makanan di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas,maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu:

C. Tujuan Penulisan Tugas Akhir

  1. Bagaimanakah SOP butcher dalam mempersiapkan bahan makanan di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan?
  2. Bagaimana butcher di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur ?
  3. Bagaimana evaluasi staff kitchen terhadap kegiatan operasional di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan?

Tujuan Penyusunan tugas akhir ini adalah :

1. Mahasiswa

Selain sebagai salah satu syarat kelulusan, tugas akhir ini diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengalami sebuah proses intelektual dimana mahasiswa akan berlatih untuk mengembangkan pola berfikir kritis, analitis, dan konsepsional terhadap aspek–aspek tertentu di dunia industri pariwisata, khususnya di bidang perhotelan.

2. Industri

Tugas akhir ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan yang bermanfaat, khususnya bagi T Rest. Resort Bintang 5 Bintan, yang menjadi lokasi penelitian, dan sekaligus juga bagi kemajuan dunia pariwisata dan perhotelan Indonesia.

3. Ilmu pengetahuan

Tugas akhir ini, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan didunia pariwisata khususnya perhotelan, dan diharapkan bisa dijadikan pelengkap ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.

D. Metodologi Penelitian

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode Deskriptif Analitis. Metode deskriptif analitis adalah metode yang digunakan untuk meneliti gagasan atau produk pemikiran manusia dengan melakukan studi kritis terhadapnya. Fokus penelitian deskriptif analitis di dalam tugas akhir ini adalah mendiskripsikan, mambahas dan mengkritisi sebuah fenomena atau kondisi aktual di lokasi penelitian yang selanjutnya dilakukan kajian kritis terhadap fenomena dan kondisi aktual tersebut berdasarkan literatur dan referensi pendukung.

E.  Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah:

1.Observasi

Suatu cara pengumpulan data dengan tujuan langsung ke lapangan dan mengamati segala aktivitas yang sedang berlangsung selama penelitian. Dalam metode ini, penulis mengamati secara langsung mengenai peran butcher dalam mempersiapkan makanan di T Rest. Resort Bintang 5 Bintan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang dapat mendukung penyusunan Tugas Akhir ini. Dan melakukan pengumpulan data dengan teknik observasi pada masa – masa on the job training selama kurang lebih 6 bulan.

2. Wawancara

Suatu cara pengumpulan data dengan menanyakan langsung kepada sejumlah responden yang kompeten dalam sebuah permasalahan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yaitu penulis melakukan wawancara atau interview dengan para staff kitchen Banyan treeResort and Spa Bintan. Penulis melakukan interview terhadap orang staff kitchen. Interview ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai tingkatpemahaman staff kitchen terhadap SOP butcher , sekaligus menggali bagaimana mereka menerapkan SOP tersebut.

3. Studi pustaka

Usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau akan diteliti,penulis memperoleh informasi dari buku-buku modul dan dari laporan penelitian yang digunakan sebagai literatur pegangan dan pendukung.

F. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Resort & Spa Bintang 5 yang berlokasi di :

1.. Alamat                : Laguna Bintan, Lagoi 29155, Bintan Resort,

2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan penulis pada saat menjalani proses onthejobtraining di Hotel Banyan Tree Resort& Spa selama 6 bulan periode 4 September 2010 s/d 28 Februari 2011.



BAB II
TINJAUAN UMUM TENTANG HOTEL
RESORT AND SPA Bintang 5 di BINTAN

A. Sejarah Singkat Banyan Tree Resort & Spa Bintan

B. Jenis Hotel

C. Fasilitas Hotel

D. Struktur Organisasi Hotel

E. Organisasi Department

F. Personalia

G. Tinjauan Tentang Food And Beverage Product Department

H. Tinjauan Permasalahan Mengenai Peran Butcher Dalam Mempersiapkan Bahan Makanan di Treetops Restaurant Banyan Tree and Resort Bintan

BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

A. Tinjauan Tentang SOP butcher dalam mempersiapkan bahan makanan di T Restaurant Resort & Spa

Banyan Tree Resort & Spa Bintan merupakan resort hotel bintang 5 yang memiliki SOP mengenai kitchen, dan pada khususnya butcher. Untuk itu sangatlah penting dala pengelolaan bahan, alat, lingkungan /penelitian secara langsung di hotel pada saat training.

SOP di kitchen sangat di butuhkan demi kelancaran dan kenyamanan dalam pekerjaan juga kepuasan dari tamu tersebut. Untuk itu perlu juga diperhatikan SOP mengenai butcher yaitu meliputi:

1..Melakukan persiapan sebelum bekerja, baik peralatan, tempat bekerja dan kesiapan karyawan itu sendiri.

a. Dalam food service industries kitchen equipment diterjemahkan sebagai peralatan kitchen, yaitu segala instrument kitchen yang relative besar, terpancang (mounted), tidak bergerak (immobile), dan terkadang memiliki satu sumber energi tertentu (listrik, gas, arang, kayu). Kitchen equipment yang baik terbuat dari stainless steel dan die cast iron sehingga ringan, mudah dibersihkan, bagus, seragamsecara estetika dan kecil berpotensi food hazard.

b. Staff harus dalam kondisi yang sehat/dalam keadaan tidak sakit.

c. Menggunakan uniform yang sesuai .

d. Wajib mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC

e. Kuku harus pendek dan bersih, tidak menggunakan aksesoris apapun, rambut harus rapi dan pendek, untuk wanita , rambut harus diikat atau menggunakan hairnet,tidak ada bau badan yang tidak sedap dan faktor kebersihan diri karena sangat berpengaruh pada saat kita melakukan kontak dengan tamu, kita harus meninggalkan kesan yang baik.

f. Mematuhi FSMS (Food Safety Management System) untuk mencegah adanya penyakit menular yang disebabkan karena kurangnya kebersihan dari staff kitchen.

g. Semua jenis sarana penyimpanan bahan makanan baik dingin, suhu kamar maupun panas. Seperti contoh refrigerator/chiller (diatas 2oC) dan freezer (dibawah 2oC).berbentukchest, 2 Obain Marrie, under counter, reach-in & walk-in, shelving dan warmer cabinet.

h. Semua jenis instrument kitchen yang tidak berhubungan langsung dengan proses pemasakan tetapi sangat esensial kehadirannya dalam mendukung keseluruhan proses produksi. Misalnya, drainage, exhaust, pest control, washing machine, working table/bench dansebagainya.

i. Mengetahui cara penggunaan dan penyimpanan alat operasional.

j. Mengetahui cara membersihkan dan mencuci peralatan operasional.

k. Pergunakanlah peralatan yang memiliki food grade. Pisahkan pisau sesuai dengan jenis bahan yang dipotong.Rendam dengan chemical untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang masih tersisa.



l. Segala peralatan kitchen yang berhubungan langsung dalam proses pemotongan secara manual, termasuk didalamnya knive, cutting board, sharpening tools, peeler, corer, shape cutter, chisels untuk fruits and ice carving. Dalam memilih knive, untuk blade (mata pisau)sebaiknya dari bahan stainless steel dan carbon stell.Jenis-jenis knive menurut fungsi seperti, peeler, paring knive, boning knive, filleting knive, vegetable knive, chef knive/chopping knive, serrated knive dan cleaver. Dan untuk cutting board dibedakan menjadi beberapa warnaguna terjadinya cross contamination (kontaminasi makanan). Adapun warnanya adalah merah (untuk meat), kuning (poultry and fish), putih (cheese, butter, dairy product), hijau (vegetables and fruits) dan coklat (bahan matang).

m. Pembersihan cutting board harus dilakukan setiap hari, untukmencegah adanya kontaminasi silang yang ada dalam setiap bahan makanan. Dengan cara merendam dengan cairan desinfektan.

n. Untuk di bagian butcher di bagi menjadi 3 bagian yaitu dan seafood. Semua jenis daging dibekukan di freezer untuk tahap penyimpanan jangka waktu yang lama. Ada satu chiller yang khusus digunakan untuk menaikkan suhu, karena bahan makanan tersebut segera digunakan dalam waktu dekat. jadi barang yang sudah siap digunakan sudah dalam suhu yang normal tetapi aman untuk digunakan karena proses penaikkan suhu dari bahan makanan tersebut menggunakan proses yang benar.

2. Memeriksa bahan-bahan makanan yang harus dilengkapi.

a. Membuat daftar yang harus dikerjakan setiap harinya, sesuai dengan permintaan setiap outlet.

b. Mencatat kebutuhan butcher untuk kemudian di tindak lanjuti dengan melakukan order ke gudang.

c. Mencatat kebutuhan daging yang ada di walk in freezer, untuk kemudian membawa daging yang masih dalam bentuk loaf untuk di potong sesuai dengan permintaan tiap-tiap outlet.

3. Mengkoordinasikan setiap permasalahan yang ada di kitchen department.

a. Mengatasi permasalahan yang ada di kitchen department dengan cara menganalisa permasalahan, kesalahan yang terjadi di kitchen department.

b. Membicarakan setiap permasalahan dengan staff kitchen yang lain dengan metode chain command, agar tidak terjadi kesenjangan diantara staff kitchen.

c. Menjadikan setiap permasalahan sebagai suatu pengalaman dan acuan yang nantinya akan menjadikan tim kitchen semakin solid dan berkompeten dalam menghadapi suatu masalah.

4. Melakukan inventory.

a. Mengetahui ketersediaan bahan makanan.

b. Memperlancar operasional jika inventory dilakukan secara benar.

c. Mempermudah pengecekan bahan makanan ketika dilakukan inventory report.

B. Tinjauan Butcher di T rest. resort bintang 5 bintan Bintan dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur

1..Melakukan dan mengikuti standar operasional prosedur yang sudah ada untuk kemudian dilaksanakan dan terus meningkatkan hasil kerja.

Pada pelaksanaan kerja Butcher harus melaksanakan dan mengikuti standar operasional prosedur yang sudah ada, hal itu dilakukan untuk menghasilkan kinerja yang maksimal sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak hotel, selain itu juga untuk dijadikan acuan untuk selalu menjaga kualitas dan mutu produk. Penerapan standar operasional prosedur tidak semata-mata dilakukan hanya untuk menjaga kualitas dan mutu produk, akan tetapi bisa kita manfaatkan untuk selalu mengawasi sejauh mana staff butcher dalam menerapkan standar operasional prosedur yang sudah dipelajari. Banyak faktor yang bisa jadi penghambat dan pendukung dalam penerapan standar operasional prosedur. Dari staff kitchen itu sendiri terkadang yang tidak mematuhi SOP yang sudah ada, dan faktor tersebut bisa dikatakan juga sebagai faktor kesalahan manusia. Penerapan SOP tidak hanya dilakukan oleh staff butcher saja, tetapi sebaiknya dilaksanakan juga oleh staff kitchen yang lain untuk meratakan pemahaman terhadap penerapan SOP. Penerapan SOP berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hasil kerja. Penerapan-penrapan tersebut dapat berupa penyimpanan bahan makanan yang baik, preparation log yang diisi secara baik dan benar, menurunnya angka kesalahan yang dilakukan karena kesalahan yang dilakukan oleh staff kitchen itu sendiri. Pemberian pengarahan dan petunjuk kepada staff kitchen dalam memahami hal yang baru untuk menjaga kualitas kinerja dari staff kitchen.

2. Berusaha untuk selalu menjaga kualitas kerja yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas makanan yang dihasilkan.

Usaha untuk selalu menjaga kualitas kerja harus kita laksanakan untuk selalu menjaga kontinuitas kualitas dari pekerjaan yang kita hasilkan. Berbagai macam usaha banyak dilakukan oleh pihak hotel, untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hasil kerja kita sebagai staff kitchen. Usaha-usaha tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengarahan produk knowledge dari executive sous chef yang bertujuan untuk staff kitchen dapat memahami dan mematuhi SOP yang menjadi standar hotel.
  2. Inspeksi terhadap hasil kerja staff kitchen/audit rutin, guna selalu menjaga kualitas kerja yang dihasilkan.
  3. Memberikan  pelatihan-pelatihan  kepada  staff  kitchen  tentang standarisasi produk yang dihasilkan.
  4. Pengaruh dari hasil kerja yang tidak maksimal sangatlah merugikan terutama

untuk staff kitchen dan hotel pada khususnya. Kualitas kerja dapat ditunjukkan dengan meningkatnya rating dari hotel atau restoran yang berada di dalam hotel tersebut, tingginya hunian kamar terutama kepuasan tamu akan makanan yang mereka nikmati. Kualitas makanan yang dihasilkan karena adanya SOP yang benar dapat terlihat dari segi bahan makanan yang digunakan dan kualitasnya.

3. Bagaimana evaluasi staff kitchen terhadap kegiatan operasional di Treetrops Restaurant Resort & Spa Bintan.

a. Kualitas dan kuantitas kerja yang semakin meningkat.

Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rating dari restoran, stabilnya cost/biaya dari butcher department, minimnya kesalahan yang dilaksanakan karena pemahaman terhadap SOP yang baik dari staff kitchen. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan, pengarahan,evaluasi, dan inspeksi dari pihak hotel untuk menjaga keberlangsungan dari pada stabilitas keadaan tersebut. Kuantitas kerja yang dihasilkan sangat dibutuhkan karena dari masing-masing staff kitchen dituntut untuk bekerja cerdas dan keras dalammenyelesaikan pekerjaannya. Dengan meningkatnya kedua hal tersebut maka evaluasi yang dilakukan di butcher terutama para staff kitchen maka dapat dikatakan bahwa evaluasi para staff kitchen berhasil, terutama untuk jangka pendek dan jangka panjangpada khususnya.

b. Lancarnya operasional kitchen.

Kondisi ini terwujud karena adanya proses pemahaman SOP yang baik dari staff kitchen. Staff kitchen dapat memahami SOP hendaknya dapat selalumemantau staff kitchen yang lain atau para trainee, sehingga dapat tercapainya keadaan yang baik. Wujud lancarnya operasional kitchen yang dihasilkan karena adanya pemahaman danpelaksanaan SOP yang baik meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Komunikasi antara staff kitchen yang lancar, hal tersebut karena masing-masing staff sudah mengetahui SOP dari masing-masing staff, sehingga tidak perlu lagi menjelaskan tentang banyak hal yang menyangkut operasional.
  2. Proses produksi yang cepat dikarenakan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan (khususnya bahan makanan yang dihasilkan oleh butcher) sudah disiapkan dengan baik dan sesuai dengan SOP sudah diberikan.
  3. Ketersediaan bahan makanan produksi yang cukup banyak dan dapat mencukupi perkiraan produksi.
  4. Sesuai dengan perhitungan produksi, hal ini dapat terwujud karena staff kitchen dapat memahami kebutuhan dan selalu mematuhi SOP yang sudah ada.

c. Teamwork dari tim kitchen yang semakin solid.

Satu hal yang tidak dapat lepas dari sebuah kitchen yaitu suatu teamwork ( kerjasama tim ) antara sesama staff kitchen, karena kitchen merupakan suatu sistem organisasi yang sangat terorganisir keadaannya. Meskipun tim kitchen terkadang kurang solid, tetapi mereka selalu dapat mengantisipasinya, karena masing-masing dari mereka mengetahui 90% tugas dari tim mereka satu per satu walaupun hasilnya tidak secepat staff yang biasanya bekerja. Solidnya staff kitchen tidak lepas dari permasalahan yang pernah dihadapi sebelumnya, sehingga mereka sudah ditempa oleh keadaan yang bisa membuat mereka semakin berdedikasi. Salah satu hal yang sangat penting didalam tim kitchen adalah kerjasama tim yang harus selalu dijaga untuk keberlanjutan sistem kerja yang sudah ada.

Dari keterangan diatas, penulis telah menyiapkan pertanyaan yang akan diberikan kepada staff kitchen Banyan tree Resort and Spa Bintan. Pertanyaan-pertanyaan tersebuat akan dirangkum dalam bentuk tabel di bawah ini yaitu:

A. Berikut Wawancara Febrian Saoki sebagai penulis dengan CDP:

Dari tabel 4 pertanyaannya “ Apakah menurut anda SOP di butcher dalam mempersiapkan bahan makanan itu penting? “. Diketahui dari 4 (100%) responden didapat 3 orang (75%) responden menjawab “ya”. Menurut mereka SOP butcher dalam mempersiapkan bahan makanan itu penting dan 1 orang (25%) responden menjawab “kadang-kadang” menganggap SOP butcher dalam mempersiapkan bahan makanan kurang begitu penting. Dari hasil tabel yang ada di atas disimpulkan bahwa selama menjalani On The Job Training, staff kitchen dalam mempersiapkan bahan makanan sudah menerapkan sesuai SOP yang berlaku di T rest. resort bintang 5 bintanBintan.

Dari tabel 2 pertanyaanya “Menurut anda, apakah sudah sesuai dengan kualitas produknya? Diketahui dari 4 (100%) responden didapat 3 orang (75%) responden menjawab “ya”. Menurut mereka sudah sesuai 1 orang (25%) responden menjawab “kadang-kadang” menganggap belum sesuai dengan kualitas. Dari hasil tabel yang ada di atas disimpulkan bahwa selama menjalani On The Job Training, staff kitchen dalam mempersiapkan bahan makanan sudah menerapkan sesuai dengan kualitas yang berlaku di T rest. resort bintang 5 bintanBintan.

Dari tabel 3 pertanyaanya “Menurut anda, apakah sudah sesuai dengan permintaan masing-masing outlet ? Diketahui dari 4 (100%) responden didapat 3 orang (75%) responden menjawab “ya”. Menurut mereka sudah sesuai 1 orang (25%) responden menjawab “kadang-kadang” menganggap belum sesuai dengan permintaan, karena masih adanya kesalah pahaman antara staff yang satu dengan yang lain. Dari hasil tabel yang ada di atas disimpulkan bahwa selama menjalani On The Job Training, staff kitchen dalam mempersiapkan bahan makanan sudah sesuai dengan permintaan di T rest. resort bintang 5 bintanBintan.

Dari tabel 4 pertanyaanya “Menurut anda, apakah SOP di butcher sudah dilakukan dengan baik ? Diketahui dari 4 (100%) responden didapat 3 orang (75%) responden menjawab “ya”. Menurut mereka sudah sesuai 1 orang (25%) responden menjawab “kadang-kadang” menganggap belum sesuai dengan SOP, karena masih adanya kesalah pahaman antara staff yang satu dengan yang lain. Dari hasil tabel yang ada di atas disimpulkan bahwa selama menjalani On The Job Training, staff kitchen dalam mempersiapkan bahan makanan sudah sesuai dengan SOP di T rest. resort bintang 5 bintanBintan.

Dari tabel 5 pertanyaanya “Menurut Anda, apakah ada miss communication antara staff yang satu dengan yang lain? Diketahui dari 4 (100%) responden didapat 3 orang (75%) responden menjawab “ya”. Menurut mereka sudah sesuai 1 orang (25%) responden menjawab “kadang-kadang” menganggap belum sesuai dengan SOP, karena masih adanya kesalah pahaman antara staff yang satu dengan yang lain. Dari hasil tabel yang ada di atas disimpulkan bahwa selama menjalani On The Job Training, staff kitchen dalam bekerja masih sering terjadi miss communication antara staff yang satu dengan staff yang lain di T rest. resort bintang 5 bintan Bintan.

BAB IV
PENUTUP

Setelah melakukan pengamatan di Banyan Tree Resort&Spa Bintan, yaitu Tinjauan Peran Butcher Dalam Mempersiapkan Bahan Makanan di T rest. resort bintang 5 bintan Bintan, serta berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya maka penulis dapat merumuskan kesimpulan sebagai berikut:

A. KESIMPULAN

Berdasarkan berbagai hal yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan :

  1. Bagian butcher harus mengetahui Standar Operasional Prosedur dalam mempersiapkan bahan makanan di T rest. resort bintang 5 bintan Bintan.
  2. Penerapan SOP dan mempersiapkan bahan makanan di T Restaurant Resort Bintang 5 Bintan oleh bagian butcher sudah dilakukan sesuai dengan prosedur.
  3. Evaluasi oleh staff kitchen terhadap kegiatan operasional di T Restaurant di Resort Bintang 5 Bintan dengan hasil yang sangat memuaskan,karena para staff kitchen yang mampu memahami SOP yang di anjurkan oleh pihak hotel.

B. SARAN

Berdasarkan berbagai hal yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis memberikan saran dalam hal peran butcherd alam mempersiapkan bahan makanan di T rest. resort bintang 5 bintanBintan :

  1. Harus adanya pengetahuan dan pengadaan Training agar para crew butcher mengerti betul akan peran penting butcher dalam mempersiapkan bahan makanan hingga siap diolah.
  2. Untuk mengurangi kendala-kendala dalam mempersiapkan bahan makanan, seorang pemimpin butcher harus membuat Standard Operating Prosedure dalam segala hal pekejaan di butcher, guna lancarnya mempersiapkan bahan makanan.
  3. Untuk lebih memantapkan segala sesuatu yang sudah dipersiapkan di T Restaurant, seorang executive chef seharusnya mempersiapkan suatu hal yang bisa disebut dengan evaluasi pelaksanaan penerapan SOP baik itu dalam skala kecil maupun besar, dan dapat dilakukan pada meeting harian, mingguan ataupun bulanan, agar penerapan SOP yang benar dapat selalu dilaksanakan setiap waktu. Evaluasi dapat meliputi standar higienis dan sanitasi dari karyawan dan tempat kerja, penanganan bahan makanan yang sesuai kebersihan dan keselamatan bekerja dari para staff. Dan faktor-faktor yang lain yang sekiranya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kerja.

REVIEW

Rumusan masalah yang tertulis di bab I ada 3 rumusan masalah, akan tetapi setelah di bab III/pembahasan masalah, hanya menjadi 2 rumusan masalah tidak seperti tercantum di bab I.

Penomoran tabel di bab 3, seharusnya penomoran tebel di bab 3 aturannya sebagai berikut, bila tabel 1 dan berada di bab 3, penulisannya 3..1. Jadi angka yang depan merupakan angka yang menunjukkan tabelnya dan angka yang dibelakang menunjukkan urutan tabel tersebut di dalam bab 3.

Transkrip wawancara yang berada di bab 3, seharusnya diletakkan di lampiran, yang diletakkan di bab 3 adalah tabel hasil pengolahan data yang didapat dari wawancara dari narasumber.

Di bab 3 tidak diterangkan secara jelas butchery merupakan section atau tempat yang mengolah bahan makanan apa saja dan sebaiknya juga sebaiknya diberikan gambar utensils atapun equipment, sehingga orang awampun juga akan mengerti dan jelas sekali.

Semoga Bermanfaat




Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.